Entri Populer

Kamis, 25 Februari 2010

Makalah penelitian eksperimental pendidikan


Bab I Pendahuluan

1.1.  Latarbelakang
            Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi, maka setiap upaya meningkatkan kualitas tersebut perlu dilakukan penelitian. Salah satunya dengan penelitian Eksperimental. Supaya penelitian dapat menghasilkan informasi yang akurat, maka perlu menggunakan metode penelitian yang tepat. Metode penelitian secara umum dapat dibagi tiga yaitu: Metode kuantitatif, Metode kualitatif dan Metode Penelitian dan Pengembangan. Penelitian eksperimental merupakan bagian dari penelitian kuantitatif.
           
1.2.  Rumusan masalah
       Adapun rumusan masalah pada makalah ini hanya di batasi pada:
1.      Apakah yang dimaksud penelitian eksperimental?
2.      Apa sajakah bentuk-bentuk desain eksperimental?
           
1.3.  Tujuan dan manfaat       
1.3.1.      Tujuan
            Tujuan penulisan ini adalah:
1.      Untuk mengetahui Pengertian penelitian eksperimental.
2.      Untk mengetahui bentuk-bentuk desain eksperimental.
1.3.2.      Manfaat
1.3.2.1.Manfaat Teoritis
            Dengan membaca pembahasan pada makalah ini diharapkan mahasiswa            Teknologi Pendidikan benar-benar dapat memahami penelitian eksperimental          dan bentuk-bentuknya.
1.3.2.2.Manfaat Praktis
            Dengan adanya pembahasan dalam makalah ini diharapkan dapat memberikan   manfaat dalam melakukan penelitian-penelitian, khusunya penelitian            eksperimental.




Bab II. Pembahasan

2.1. Penelitian Eksperimental
  1. Pengertian
            Bila dilihat kealamiahan (setting) tempat penelitian terdapat tiga metode penelitian yaitu, penelitian eksperimen, survey dan naturalistik (kualitatif). Penelitian eksperimen dilakukan di laboratorium sedangkan penelitian naturalistik/kualitatif dilakukan pada kondisi yang alamiah. Dalam penelitian eksperimen ada perlakuan (treatment), sedangkan dalam penelitian naturalistik tidak ada perlakuan. Dengan demikian metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.
            Metode eksperimen merupakan bagian dari metode kuantitatif yang mempunyai ciri khas tersendiri, terutama dengan adanya kelompok kontrolnya. Dalam penelitian-penelitian sosial khususnya pendidikan, desain eksperimen yang digunakan untuk penelitian akan sulit mendapatkan hasil yang akurat, karena banyak variabel luar yang berpengaruh dan sulit mengontrol nya. Misalnya: “Mencari pengaruh metode mengajar kontekstual terhadap kecepatan pemahaman murid dalam pelajaran matematika”. Untuk mencari seberapa besar pengaruh metode mengajar kontekstual terhadap kecepatan pemahaman murid, maka harus membandingkan pemahaman murid sebelum menggunakan metode kontekstual, dan sesudah menggunakan metode konstektual atau dengan cara membandingkan kelas yang diajar dengan metode kontekstual dan kelas yang diajar metode lain. Kemudian, kecepatan pemahaman murid terhadap pelajaran matematika  tidak hanya dipengaruhi oleh metode mengajar saja, tetapi oleh variabel lain, misalnya IQ, pengalaman, peran guru, gaya belajar dan lain-lain, sehingga mengukur seberapa jauh pengaruh metode mengajar kontekstual terhadap kecepatan pemahaman murid sulit dilakukan.

  1. Macam-macam metode Eksperimen.
            Ada beberapa macam metode eksperimen yang dapat digunakan, yaitu:
  1. Pre-Experimental Design (nondesigns)
      Dikatakan pre-experimental design, karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh, karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel  dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random. Bentuk pre-experimental designs ada beberapa macam yaitu:
a. One-Shot Case Study


X    O
      Paradigma dalam penelitian eksperimen model ini dapat digambarkan seperti berikut:
                                                X = treatment yang diberikan (variabel independen)
                                                O = Observasi (variabel dependen)
Paradigma itu dapat dibaca sebagai berikut: terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya. (Treatment adalah sebagai variabel independen, dan  hasil adalah sebagai variabel dependen).
Contoh :
Pengaruh Ruang kelas ber-AC (X) terhadap daya tahan belajar murid (O).
      Terdapat kelompok murid yang menggunakan ruang ber-AC kemudian setelah diukur daya tahan belajarnya. Pengaruh ruang kelas ber-AC terhadap daya tahan belajar diukur dengan membandingkan daya tahan sebelum menggunakan AC dengan daya tahan belajar setelah menggunakan AC (misalnya sebelum menggunakan kelas ber-AC daya tahan belajar setiap hari 4 jam, setelah menggunakan AC daya tahan belajar menjadi 6 jam. Jadi pengaruh ruang kelas AC terhadap daya tahan belajar murid 6 - 4 = 2 jam.
b. One-Group Pretest-Posttest Design
      Kalau pada design no.1 tidak ada pretest, maka pada desain ini terdapat pretest, sebelum diberikan perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut :


O1  X O2
                              O1 = nilai pretest (sebelum diberi diklat)
                              O2 = nilai posttes (setelah diberi diklat)
                              Pengaruh diklat terhadap prestasi kerja pegawai = (O2 - O1)
c. Intact-Group Comparison
      Pada desain ini terdapat satu kelompok yang digunakan untuk penelitian, tetapi dibagi dua, yaitu setengah kelompok untuk eksperimen (yang diberi perlakuan dan setengah untuk kelompok kontrol (yang tidak diberi perlakuan). Paradigma penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut.


X   O1
         O2
                          O1 = hasil pengukuran setengah kelompok yang diberi perlakuan.
                          O2 = hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak diberi
                                  perlakuan
                        Pengaruh perlakuan = O1 - O 2
Contoh : Dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi terhadap prestasi belajar murid dalam pelajaran praktek mengelas pada SMK. Terdapat empat kelas yang praktek las. Dari empat kelas tersebut, dua kelas diberi pelajaran dengan metode demonstrasi (O1) dan dua kelas dengan metode ceramah (O2). Setelah 3 bulan, prestasi belajar diukur. Bila prestasi/kompetensi murid yang diajar dengan metode demonstrasi lebih tinggi dari pada murid yang diajar dengan metode ceramah, maka metode demonstrasi berpengaruh positif untuk pembelajaran praktek mengelas. (O1-O2).
      Seperti telah dikemukakan bahwa, ketiga bentuk desain preexperiment itu bila diterapkan untuk penelitian, akan banyak variabel-variabel luar yang masih berpengaruh dan sulit dikontrol, sehingga validitas internal penelitian menjadi rendah.
  1. True Experimental Design
       Dikatakan true experimental (eksperimen yang betul-betul), karena dalam desain ini, peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara randoom dari populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel dipilih secara random.
      Di sini dikemukakan dua bentuk design true experimental yaitu: Posttest Only Control Design dan Pretest Group design.
a. Posttest-Only Control Design


R   X   O2
      R         O4

                                            
                                                Dalam design ini terdapat dua kelompok yang masing-
                                                masing dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok yang lain tidak.
Kelompokyang  diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan          kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Pengaruh adanya perlakuan adalah (O1:O2). Dalam penelitian yang sesungguhnya, pengaruh treatment dianalisis dengan uji beda, pakai statistik t-test misalnya. Kalau terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara signifikan.
b. Pretest-Posttest Control Group Design.


R  O1  X  O2
R  O3       O4



                                          Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang   dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk                       mengetahui  keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Pengaruh perlakuan adalah (O2-O1)-(O4-O3).
  1. Faktorial Design
       Desain faktorial merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen). Paradigma design faktorial dapat digambarkan seperti berikut.


R   O1   X   Y1  O2
R   O3         Y1  O4
R   O6   X   Y2  O6
R   O7         Y2  O8
                                                 Pada desain ini semua kelompok dipilih secara       random, kemudian masing-masing diberi pretest.                            Kelompok untuk penelitian dinyatakan baik, bila     setiap kelompok  nilai pretestnya sama. Jadi                                      O1=O5=O7. Dalam hal ini variabel moderatornya         adalah Y1 dan Y2.
Contoh : Dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh prosedur kerja baru    terhadap kepuasan pelayanan pada masyarakat. Untuk itu dipilih empat kelompok secara random. Variabel moderatornya adalah jenis kelamin, yaitu laki-laki (Y1) dan perempuan (Y2).
         Treatment/perlakuan (prosedur kerja baru) di cobakan pada kelompok eksperimen pertama yang telah diberi pretest (O1= kelompok laki-laki) dan kelompok eksperimen ke dua yang telah diberi pretest (O5= kelompok perempuan). Pengaruh perlakuan (X) terhadap kepuasan pelayanan untuk kelompok laki-laki = (O2-O1)-(O4-O3). Pengaruh perlakuan (prosedur kerja baru) terhadap nilai penjualan barang untuk kelompok perempuan = (O6-O5)-(O8-O7).
         Bila terdapat perbedaan pengaruh prosedur kerja baru terhadap kepuasan masyarakat  antara kelompok kerja pria dan wanita maka penyabab utamanya adalah bukan karena treatment yang diberikan sama), tetapi karena adanya variabel moderator, yang dalam hal ini adalah jenis kelamin. Pria dan wanita menggunakan prosedur kerja baru yang sama, tempat kerja yang sama nyamannya, tetapi pada umumnya, kelompok wanita meningkatkan kepuasan masyarakat.
  1. Quasi Experimental Design
         Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Walaupun demikian desain ini lebih baik dari pada pre-experimental design. Quasi experimental design, digunakan karena pada kenyataanya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian.
         Dalam suatu kegiatan administrasi  atau manajemen, sering tidak mungkin menggunakan sebagian para karyawannya untuk eksperimen dan sebagian tidak. Sebagian menggunakan prosedur kerja baru yang lain tidak. Oleh karna itu, untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan kelompok kontrol dalam penelitian, maka dikembangkan desain Quasi Experimental.
         Berikut ini dikemukakan dua bentuk desain quasi experimen, yaitu Time-Series Design dan Nonequivalent Control Group Design
a. Time Series Design
   Dalam desain ini kelompok yang digunakan untuk penelitian tidak dapat dipilih secara random. Sebelum diberi perlakuan, kelompok diberi pretest sampai empat kali, dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan. Bila hasil pretest selama empat kali ternyata nilai nya berbeda-beda, berarti kelompok tersebut keadaanya labil, tidak menentu, dan tidak konsisten. Setelah kestabilan keadaan kelompok dapat diketahui dengan jelas, maka baru diberi treatment. Desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol.


O1  O2  O3  O4  X  O5  O6  O7  O8
                                                                      Hasil pretest yang baik adalah                                                               O1=O2=O3=O4 dan hasil perlakuan                                                  yang baik adalah O5=O6=O7=O8. Besarnya pengaruh perlakuan adalah = (O5+O6+O7+O8)-(O1+O2+O3+O4).


b.Nonequivalent Control Group Design
      Desain ini hampir sama dengan pretest- posttes control group design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen  maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random.




O1       X       O2
...........................
O3       X       O4



                                                                         
                                                                            

            Contoh : Dilakukan penelitian untuk mencari pengaruh perlakuan senam             pagi terhadap derajad kesehatan karyawan sekolah. Desain penelitian      dipilih satu kelompok karyawan. Selanjutnya dari satu kelompok tersebut yang             setengah diberi perlakuan senam pagi setiap hari dan yang setengah lagi tidak.    O1 dan O3 merupakan derajad kesehatan karyawan sebelum sebelum ada        perlakuan senam pagi. O2 adalah derajat kesehatan karyawan yang tidak diberi    perlakuan senam pagi. Pengaruh senam pagi terhadap derajad kesehatan           karyawan adalah (O2-O1)-(O4-O3).


















Bab III. Penutup
3.1. Kesimpulan
            Penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Metode eksperimen merupakan bagian dari metode kuantitatif yang mempunyai ciri khas tersendiri, terutama dengan adanya kelompok kontrolnya. Dalam penelitian-penelitian sosial khususnya pendidikan, desain eksperimen yang digunakan untuk penelitian akan sulit mendapatkan hasil yang akurat, karena banyak variabel luar yang berpengaruh dan sulit mengontrol nya.
            Ada beberapa macam metode eksperimen yang dapat digunakan, yaitu:
1.   Pre-Experimental Design (nondesigns)
      a. One-Shot Case Study    
b. One-Group Pretest-Posttest Design
c. Intact-Group Comparison
2.  True Experimental Design
a. Posttest-Only Control Design
b. Pretest-Posttest Control Group Design
3.      Faktorial Design
4.      Quasi Experimental Design

3.2. Saran
            Semoga pembahasan makalah ini dapat memberikan sedikit wawasan kepada kita semua yang kelak akan menjadi praktisi pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan Di Indonesia, salah satu caranya adalah dengan menggunakan penelitian Eksperimental dalam peneltian-penelitian pendidikan. Oleh karena itu dibutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan dalam menguasai metode ini.
            Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah, diharapkan krtitik dan sarannya. Dan untuk melengkapi referensi, para mahasiswa diharapkan melengkapi dengan bahan bacaan / referensi lain.






DAFTAR PUSTAKA
Brog R Walter; Gall Meredith D; Educational Research; An Introduction, Fifth Edition; Longman,1989.
Sugiyono; Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta, Bandung, 2009.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar